Menyemai Sabar, Menjemput Cahaya: Tarawih Penuh Hikmah di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya


 Surabaya, Jurnal Hukum Investigasi 

Kamis malam, 26 Februari 2026, suasana Ramadhan terasa begitu hangat dan syahdu di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Di bawah arsitektur megah bernuansa Tiongkok yang menjadi kebanggaan Kota Pahlawan, ratusan jamaah memadati saf-saf sholat dengan wajah penuh harap, membawa doa dan segala kegelisahan hidup untuk diserahkan kepada Allah SWT.

Sholat tarawih malam itu dipimpin oleh Al Ustadz M. Isyfa’ Said Alhafidz. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang beliau bacakan dengan tartil dan penuh penghayatan mengalun lembut, menyentuh relung hati para jamaah. Setiap ayat seakan menjadi penenang bagi jiwa yang lelah, peneguh bagi hati yang sedang diuji, serta pengingat akan kebesaran dan kasih sayang Allah.


Usai sholat, tausiyah disampaikan oleh Al Ustadz Syaiful Rahman, S.HI., M.HI dengan tema “Makna Ujian Bagi Seorang Muslim.” Dalam penyampaiannya yang teduh dan menyentuh, beliau menegaskan bahwa ujian bukanlah hukuman, melainkan tanda cinta dari Allah kepada hamba-Nya.

“Allah tidak pernah salah dalam memberi ujian. Setiap kesulitan mengandung pelajaran, setiap air mata menyimpan pahala, dan setiap kesabaran akan berbuah kemuliaan,” ungkap beliau, yang membuat suasana masjid hening dalam perenungan mendalam.


Beliau mengajak jamaah untuk memandang ujian sebagai jalan menuju kedewasaan iman. Sebab dari ujian lahir kesabaran, dari kesabaran tumbuh keikhlasan, dan dari keikhlasan Allah angkat derajat seorang hamba. Ramadhan pun disebut sebagai madrasah ruhani, tempat terbaik untuk melatih hati agar tetap teguh dalam ketaatan meski badai kehidupan datang silih berganti.

Ta’mir masjid, Al Ustadz Hariyono Ong, S.HI., M.EI, turut menyampaikan rasa syukur atas semangat jamaah yang terus memakmurkan masjid dengan ibadah dan kebersamaan. Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjadikan Masjid Muhammad Cheng Hoo sebagai pusat syiar, ilmu, dan cahaya peradaban Islam yang penuh rahmat.

Malam itu, bukan hanya rakaat yang ditunaikan, tetapi juga hati yang dikuatkan. Para jamaah pulang dengan langkah lebih ringan dan jiwa lebih lapang. Mereka membawa pulang keyakinan bahwa setiap ujian adalah titipan kasih sayang Allah, dan setiap kesabaran adalah investasi menuju surga-Nya.

Di tengah gemerlap lampu dan langit malam Surabaya, tarawih di Masjid Muhammad Cheng Hoo menjadi lebih dari sekadar rutinitas ibadah—ia adalah perjalanan spiritual yang menghidupkan harapan, meneguhkan iman, dan menanamkan sabar dalam setiap hembusan doa.

(Moch Arifin)

Lebih baru Lebih lama