Sholat Tarawih di Masjid Muhammad Cheng Hoo SurabayaAngkat Tema Tantangan Puasa Ramadhan di Era Digital


 Surabaya, Jurnal Hukum Investigasi 

Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Sholat Tarawih pada Jum’at malam, 20 Februari 2026, di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru kota hadir untuk meraih keberkahan Ramadhan, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan keimanan di tengah derasnya arus perkembangan zaman.

Sholat Tarawih dipimpin oleh Imam Al Ustadz H.M. Ridwan Ali, Alhafidz, yang dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menghadirkan ketenangan dan kesejukan hati bagi seluruh jamaah. Bacaan yang merdu dan tartil membuat suasana masjid terasa semakin syahdu, mengajak jamaah larut dalam perenungan dan kedekatan kepada Allah SWT.


Usai sholat, tausiyah disampaikan oleh Al Ustadz Supriyanto, M.Pd.I, dengan tema “Tantangan Puasa Ramadhan di Era Digital.” Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memudahkan kehidupan, namun di sisi lain dapat menjadi ujian bagi kualitas ibadah dan pengendalian diri.


“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga pandangan, lisan, dan hati. Di era digital, tantangan terbesar adalah bagaimana kita mampu mengendalikan diri dari konten negatif serta memanfaatkan teknologi untuk kebaikan,” tutur beliau di hadapan jamaah.

Beliau juga mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki kebiasaan, memperbanyak tilawah, serta membatasi hal-hal yang dapat mengurangi nilai pahala puasa.

Kegiatan Tarawih ini mendapat dukungan penuh dari Ta’mir Masjid, Al Ustadz Hariyono Ong, S.HI., M.EI., yang terus berkomitmen menjadikan Masjid Muhammad Cheng Hoo sebagai pusat dakwah, pembinaan umat, dan penguatan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, Sholat Tarawih malam itu menjadi pengingat bahwa di tengah modernitas dan derasnya arus digital, umat Islam tetap mampu menjaga jati diri, memperkuat ibadah, dan menjadikan Ramadhan sebagai madrasah kehidupan yang penuh makna.

(Moch Arifin)

Lebih baru Lebih lama