Surabaya, Jurnal Hukum Investigasi
— Sosok polisi lalu lintas bukan hanya hadir untuk mengatur kendaraan di jalan, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat. Hal itulah yang ditunjukkan oleh Brigadir Septi, anggota Polantas yang dikenal ramah dan penuh kepedulian.
Melalui kegiatan “Polantas Menyapa”, Brigadir Septi turun langsung ke tengah masyarakat, menyapa para pengguna jalan, pengendara, hingga pejalan kaki dengan senyum hangat dan tutur kata yang bersahabat. Kehadirannya menjadi simbol bahwa polisi bukan hanya penegak aturan, tetapi juga sahabat masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Septi juga memberikan imbauan tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, seperti penggunaan helm, mematuhi rambu, serta menjaga ketertiban di jalan raya demi keselamatan bersama.
Warga yang ditemui pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa lebih dekat dan nyaman, karena pendekatan humanis seperti ini mampu menciptakan suasana lalu lintas yang lebih tertib sekaligus penuh rasa kekeluargaan.
Kegiatan “Brigadir Septi Polantas Menyapa” menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kepolisian terus berkembang dengan mengedepankan sikap ramah, peduli, dan hadir di tengah masyarakat.
Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi untuk terus membangun budaya tertib berlalu lintas dan mempererat hubungan baik antara Polri dan masyarakat.
(Moch Arifin)

