Surabaya, Jurnal Hukum Investigasi
Semangat keselamatan berlalu lintas terus digaungkan dalam rangka memperingati HUT Lantas ke-71. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba safety riding bersama para pengemudi ojek online (ojol).
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk menguji keterampilan berkendara, tetapi menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Para peserta ditantang menunjukkan kemampuan berkendara secara tertib, aman, disiplin, serta tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kehadiran para pengemudi ojek online menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebagai pengendara yang setiap hari beraktivitas di jalan raya, mereka memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.
Melalui lomba safety riding, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: cepat bukan berarti harus mengabaikan keselamatan, dan profesional bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga tentang disiplin berlalu lintas.
Selain mempererat sinergi antara kepolisian dan komunitas ojek online, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga etika berkendara, serta tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Peringatan HUT Lantas ke-71 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lalu lintas yang semakin tertib, aman, dan berkeselamatan.
Dengan semangat kebersamaan antara aparat kepolisian, pengemudi ojek online, dan seluruh masyarakat, budaya keselamatan di jalan diharapkan tidak berhenti pada sebuah perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam setiap perjalanan.
“Utamakan keselamatan, karena tidak ada orderan yang lebih berharga daripada nyawa.”

